Peristiwa, Reaksi, dan Hasil

22:41:00

Gambar dari twitter @damnitstrue

Saya belajar mengenai peristiwa, reaksi, dan hasil dari 2 buku yang saya baca, yakni buku Kicauan Burung Zuper oleh @motivatweet dan Studentpreneur oleh Arry Rahman. Menurut saya 3 kata tersebut merupakan kunci untuk mengubah setiap kejadian baik ataupun buruk yang terjadi pada diri kita untuk merubahnya menjadi hal yang positif.

Rumusnya adalah:

Peristiwa -> Reaksi -> Hasil

Mendapatkan nilai jelek, dihina orang lain, tidak punya pacar bertahun-tahun, dll, merupakan sebuah perisitwa. Peristiwa yang sudah terjadi dan tidak bisa ter-elakkan lagi.

Sedangkan putus asa, nyinyir no mention di social media, gantung diri, dll, merupakan sebuah reaksi. Reaksi adalah bagaimana kita menyikapi peristiwa yang terjadi pada diri kita. Reaksi 100% berada ditangan kita untuk mengendalikannya. Pada prinsipnya reaksi dibagi menjadi 2, yakni positif atau negatif. Seringkali kita bereaksi sesuai dengan peristiwa yang menimpa kita. Jika peristiwa tersebut negatif, maka kita akan beraksi negatif, dan jika peristiwa tersebut positif, maka kita akan bereaksi positif. 

Dan hasil adalah buah dari kedua proses peristiwa dan reaksi. Contohnya adalah seperti ini:

Tugas kuliah menumpuk dan pekerjaan segunung (peristiwa) -> Marah-marah tanpa henti karena banyak cobaan (reaksi) -> Hasilnya? nothing. Cuman menghabiskan energi untuk marah yang sia-sia.

Bayangkan jika kita merubah reaksinya, maka akan jadi seperti ini:

Tugas kuliah menumpuk dan pekerjaan segunung (peristiwa) -> Mulai mengerjakan, jangan mengeluh, dan mempersiapkan untuk kedepannya (reaksi) -> Sedikit demi sedikit problem mulai berkurang (hasil).

atau

Tugas kuliah menumpuk dan pekerjaan segunung (peristiwa) -> Tetap santai menikmati sisa waktu yang ada (reaksi) -> Tidak stres, tapi akan ada risiko yang menghadang (hasil).

Intinya adalah peristiwa tidak akan bisa berubah, namun reaksi kita terhadap peristiwa bisa kita ubah untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Jadi, berikan reaksi terbaik untuk mendapat hasil terbaik.

Ini memang teori. Dan saya setuju dengan pendapat banyak orang, "teori itu mudah karena hanya sekedar wacana, praktiknya yang susah." Merupakan hak setiap orang untuk melaksanakan teori atau mengabaikan teori. Tapi saya pribadi sedang mempraktikkan teori ini. And I'm feeling better now.

You Might Also Like

0 comments